DIKSI

Posted: March 31, 2010 in Uncategorized

Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kat-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan.

Hal yang utama mengenai diksi adalah:
1.Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
2.Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kekompok masyarakat pendengar.
3.Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud perbendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah bahasa.
Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu.  Istilah ini bukan saja digunakan untuk menyatakan gagasan/ menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa dan ungkapan-ungkapan. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi yg bertalian dg ungkapan-ungkapan individu atau karakteristik, atau memiliki nilai artistik yg tinggi. Pilihan kata bukanlah masalah sederhana krn menyangkut persoalan yg bersifat dinamis, inovatif, & kreatif sejalan dg perkembangan masy penunturnya.

Penulis yang belum berpengalaman sangat sulit untuk mengungkapkan ide atau gagasan & biasanya sangat miskin variasi bahasa.  Akan tetapi, ada pula penulis yg sangat boros atau tidak efektif menggunakan perbendaharaan kata, sehingga tidak ada isi yg terdapat di balik kata-katanya. Kata-kata atau istilah tidak hanya sekedar mengemban nilai-nilai indah (estetis), melainkan juga nilai-nilai filosofi dan pedagogis karena dapat digunakan penulis untuk menyimpan pesona makna yang terselubung / simbolis, sehingga untuk memahaminya diperlukan interpretasi & renungan2 yang dalam. Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna.

Makna sebuah kata atau sebuah kalimat mrpkan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu :

a.Makna Leksikal dan makna Gramatikal

b.Makna Referensial dan Nonreferensial

c.Makna Denotatif dan Konotatif

d.Makna Konseptual dan Makna Asosiatif

e.Makna Kata dan Makna Istilah

f.Makna Idiomatikal dan Peribahasa Makna Kias dan Lugas

Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponimi), kelainan makna (homonimi), kelebihan makna (redundansi) dan sebagainya. •Adapun relasi makna terbagi atas bbrp kelompok yaitu :

a.Kesamaan Makna (Sinonim)

b.Kebalikan Makna (Antonim)

c.Kegandaan Makna (Polisemi dan Ambiguitas)

d.Ketercakupan Makna (Hiponimi)

e.Kelebihan Makna (Redundansi)

sumber : “4shared”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s